
Pada zaman dahulu ada petani bernama Toba yang hobi memancing di sungai dekat rumahnya. Saat memancing, ia dibuat kesal karena lama tak mendapat ikan seperti biasa. Sekalinya dapat, Pak Toba membawa pulang ikan yang amat besar.
Saat hendak membakar ikan untuk dimakan, persediaan kayu bakar di dapur habis. Ia mengambil kayu bakar ke halaman rumah. Saat membuka pintu rumah, ia kaget melihat ikan tadi berubah menjadi wanita cantik.
Sesaat, Pak Toba jatuh cinta dan melamarnya tapi dengan syarat menyembunyikan asal-usul wanita itu. Akhirnya mereka menikah dan punya anak laki-laki bernama Samosir. Setiap hari Samosir punya kebiasaan mengantarkan makanan ke ladang untuk ayahnya.
Suatu saat, ia menolak mengantarkan makanan untuk ayahnya. Ia tetap mengantar makanan itu walaupun tidak ikhlas. Sesampainya di ladang, makanan tadi hanya sisa sedikit karena dimakan. Ayahnya lapar sekali dan memarahi Samosir dengan mengeluarkan kalimat kutukan, "Dasar anak kurang ajar, keturunan ikan!"
Ia menangis dan pulang mengadu kepada ibunya. Ibunya sedih, sebab suaminya melanggar janji. Lalu ibunya menyuruh Samosir pergi memanjat pohon kayu di tepi sungai. Hujan deras disertai suara gemuruh besar datang. Samosir melompat ke sungai dan berubah menjadi ikan besar. Air sungai itu meluber ke mana-mana dan Pak Toba pun tenggelam.
Dari kisah itulah masyarakat Danau Toba dan Pulau Samosir mempercayai legenda itu sampai diabadikan menjadi sebuah nama. Pulau Samosir yang berada di tengah danau merupakan bentukan dari gunung berapi yang meletus puluhan ribu tahun silam.

#Admin : Mister Aurora
Saat hendak membakar ikan untuk dimakan, persediaan kayu bakar di dapur habis. Ia mengambil kayu bakar ke halaman rumah. Saat membuka pintu rumah, ia kaget melihat ikan tadi berubah menjadi wanita cantik.
Sesaat, Pak Toba jatuh cinta dan melamarnya tapi dengan syarat menyembunyikan asal-usul wanita itu. Akhirnya mereka menikah dan punya anak laki-laki bernama Samosir. Setiap hari Samosir punya kebiasaan mengantarkan makanan ke ladang untuk ayahnya.
Suatu saat, ia menolak mengantarkan makanan untuk ayahnya. Ia tetap mengantar makanan itu walaupun tidak ikhlas. Sesampainya di ladang, makanan tadi hanya sisa sedikit karena dimakan. Ayahnya lapar sekali dan memarahi Samosir dengan mengeluarkan kalimat kutukan, "Dasar anak kurang ajar, keturunan ikan!"
Ia menangis dan pulang mengadu kepada ibunya. Ibunya sedih, sebab suaminya melanggar janji. Lalu ibunya menyuruh Samosir pergi memanjat pohon kayu di tepi sungai. Hujan deras disertai suara gemuruh besar datang. Samosir melompat ke sungai dan berubah menjadi ikan besar. Air sungai itu meluber ke mana-mana dan Pak Toba pun tenggelam.
Dari kisah itulah masyarakat Danau Toba dan Pulau Samosir mempercayai legenda itu sampai diabadikan menjadi sebuah nama. Pulau Samosir yang berada di tengah danau merupakan bentukan dari gunung berapi yang meletus puluhan ribu tahun silam.
#Admin : Mister Aurora
Komentar
Posting Komentar